
Ekstrakurikuler Reog Ponorogo di SMK Pancasila 2 Jatisrono: Melestarikan Budaya dengan Semangat
Pendahuluan
Reog Ponorogo merupakan salah satu warisan budaya Indonesia yang memiliki nilai seni tinggi dan filosofi mendalam. Di tengah arus modernisasi, pelestarian budaya tradisional menjadi tantangan tersendiri. SMK Pancasila 2 Jatisrono menjawab tantangan ini dengan menghadirkan ekstrakurikuler Reog Ponorogo sebagai wadah bagi siswa untuk mengenal, mempelajari, dan melestarikan seni tradisional ini⁽¹⁾.
Sejarah dan Perkembangan Ekstrakurikuler Reog Ponorogo
Ekstrakurikuler Reog Ponorogo di SMK Pancasila 2 Jatisrono pertama kali diperkenalkan sebagai bagian dari upaya sekolah dalam melestarikan budaya lokal. Kegiatan ini resmi dimulai pada bulan Desember 2016 dan diresmikan saat perayaan ulang tahun ke-49 sekolah⁽¹⁾. Sejak saat itu, ekstrakurikuler ini berkembang pesat dan menarik minat banyak siswa.
Pembinaan oleh Bapak Parno, S.Pd
Salah satu sosok penting dalam keberlangsungan ekstrakurikuler ini adalah Bapak Parno, S.Pd, yang berperan sebagai pembina utama. Dengan pengalaman dan dedikasinya dalam seni Reog, beliau membimbing para siswa dalam memahami teknik dasar, filosofi, serta nilai-nilai yang terkandung dalam pertunjukan Reog Ponorogo⁽²⁾. Selain itu, beliau juga bekerja sama dengan seniman lokal untuk memberikan pelatihan yang lebih mendalam.
Kegiatan dan Latihan
Kegiatan ekstrakurikuler ini dilaksanakan setiap hari Sabtu pukul 14.00 hingga 16.30 di halaman sekolah⁽¹⁾. Para siswa berlatih berbagai aspek pertunjukan Reog, mulai dari gerakan tari, musik gamelan, hingga teknik memainkan topeng dadak merak yang menjadi ikon utama dalam seni Reog Ponorogo. Selain itu, ekstrakurikuler ini juga terbuka bagi masyarakat sekitar, khususnya anak-anak usia SMP, untuk ikut serta dalam latihan dan mengenal lebih jauh seni Reog.
Manfaat bagi Siswa dan Sekolah
Keikutsertaan dalam ekstrakurikuler Reog Ponorogo memberikan banyak manfaat bagi siswa. Selain melatih keterampilan seni dan fisik, kegiatan ini juga menanamkan nilai-nilai disiplin, kerja sama, dan kecintaan terhadap budaya bangsa. Bagi sekolah, ekstrakurikuler ini menjadi salah satu identitas yang membedakan SMK Pancasila 2 Jatisrono dari sekolah lain serta memperkuat citra sebagai lembaga pendidikan yang peduli terhadap pelestarian budaya⁽²⁾.
Tantangan dan Harapan ke Depan
Meskipun telah berjalan dengan baik, ekstrakurikuler Reog Ponorogo tetap menghadapi berbagai tantangan, seperti keterbatasan dana untuk peralatan dan kostum serta regenerasi anggota yang berkelanjutan. Namun, dengan semangat yang tinggi dari siswa, pembina, dan dukungan masyarakat, diharapkan ekstrakurikuler ini dapat terus berkembang dan menjadi inspirasi bagi sekolah lain dalam melestarikan budaya tradisional Indonesia⁽¹⁾.
